
Kamu... Merasakah!
Penyesalan selalu datang belakangan. Ketika kehilangan seseorang yang sangat berarti.
Ketika seseorang itu telah hilang dari genggaman, hilang dari pelukan. Sketika itu barulah tersadar, bahwa begitu besarnya akan arti "seseorang" tersebut.
Lalu mengapa terjadi kehilangan. Tersadar, atau tak sadar, atau telah lupa sama skali atas semua kejadian, seperti apakah yang telah dilakukan pada yang Tercinta? Mirisnya sgala perlakuan itu dikatakan atas nama Cinta, yakin berbuat karena Rasa Cinta, tapi ternyata tak sejalan dengan perasaan tangan yang digenggaman. Kata-kata mungkin tak sepenting perbuatan, tapi keduanya bisa menenangkan atau menghancurkan hati. Kata -kata juga pemupuk Cinta atau penghilang Cinta.
Dan seseorang yang telah hilang itu mungkin adalah orang yang slama ini Paling Dekat dengan kita, menyatu dengan kita. Orang yang paling sering digampangkan, disepelekan keberadaanya karena telah terbiasa dengan khidupan kita. Orang yang jarang kita perhatikan, karena keberadaanya hampir menyatu dengan kita, sehingga hampir2 tidak kelihatan. Orang yang didekatnya kita mrasa bebas untuk berbuat apa saja, bahkan merasa wajar bila kita marah, tersinggung dan berteriak padanya. Orang yang tidak pantas mendapat rasa hormat kita, tidak pantas menerima perlakuan baik, dan atau kata-kata sopan dari kita, dan hanya orang yang pantas diberi kata-kata kasar dan kebun binatang dari kita. Orang yang tidak pantas menerima senyum kita, karena keramahan kita adalah milik orang lain, orang-orang diluar sana yang perlu mendapat kesan baik dari kita..
Apakah itu penyebab "SESEORANG" itu menghilang???
ps
for "X" .. sesal slalu datang blakangan, mari pakailah sebagai pelajaran berharga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar