Kamis, Desember 04, 2008

Kegelisahanku


Lagi dan lagi malam sepiku ditemani oleh personal blog- personal blog orang lain... Membacanya, aku menemukan "teman", aku menemukan orang lain yang mungkin punya jalan hidup berbeda tapi mirip walo tak benar sama dengan jalan hidupku. Dan yang lebih dari itu adalah aku tidak sendirian, ada teman senasib denganku.

Dan malam ini ak menemukan satu blog yang bener2 mengusik nuraniku..blog yang bener2 bisa menjawab gelisah hatiku , juga tentang betapa hancurnya ak terpisah dengan buah hatiku...Hal yang sebetulnya benar-benar TIDAK INGIN aku lakukan, Hal yang menyiksaku, entah btapa rasa sedih dalam hatiku tak bisa lagi ak ungkapkan dengan kata2... anakku... mama disini pasti akan lakukan yg terbaik buatmu, karena kmu adalah anakku

bgini penggalan isi blog seseorang itu:

Lalu, aku teringat sesuatu. Tepatnya, seseorang. Tidak, banyak orang.

Ingatanku melayang pada mereka, yang menganggapmu makhluk malang karena harus membagi cinta pada ayah dan ibu yang telah berseberangan jalan selagi kau masih terlalu muda untuk mengerti makna perpisahan. Mereka yang menyangka kau telah kehilangan begitu banyak kesenangan saat kanak-kanak seusiamu sedang rakus-rakusnya mereguk kegembiraan. Mereka yang mengira hidupmu tak lagi lengkap karena kau tidak seperti anak-anak mereka yang orangtuanya tinggal di bawah atap yang sama dan tidur dalam kamar yang sama, meski kita tak tahu apa yang terjadi di balik ruangan berdinding empat itu. Mereka yang menatapmu dengan sorot iba dan menggeleng prihatin akan masa depanmu yang (katanya) menggantung suram seperti langit mendung pukul enam.

Mereka yang mengira… ah, sulit aku mengatakannya, Nak… mereka yang mengira engkau terluka, sengsara, pahit, dan tidak bahagia.

Beramai-ramai mereka berdoa untuk kebahagiaanmu. Mungkin karena mereka sungguh peduli. Mungkin juga karena ego mereka terusik tatkala melihatmu duduk dengan senyum terentang. Dan mereka tak putus-putusnya berceloteh tentang cinta, Tuhan, perpisahan, dan kebenaran. Yang belum mereka ocehkan mungkin cuma akhirat, karena mereka belum pernah mati, meski kalau kutilik dari cara mereka berbicara, separuh dari mereka barangkali sudah hidup di neraka.

Mari kubisikkan sesuatu padamu, Nak.

Kebahagiaan bukan substansi tanpa wujud yang melayang-layang di udara -menunggu diraih- sementara jutaan orang beriak-riak di bawahnya seperti cacing kena garam, menggapai putus asa sekadar untuk mencicipinya barang sekelumit. Kebahagiaan, Nak, adalah apa yang kutemukan di wajahmu ketika kau berlarian tak tentu arah sambil menari-nari dan berlompatan. Kebahagiaan adalah binar yang kutangkap di matamu saat kau berceloteh panjang lebar dalam bahasa yang hanya kau mengerti sendiri. Dan kebahagiaan itu, Nak, didamba begitu banyak orang, bahkan oleh mereka yang menyangka dirinya tahu arti bahagia.

Sini kuberitahu, Nak. Kebenaran versiku –dan mungkin versimu juga, kelak— tidak perlu pembela. Karena apa yang benar bagiku belum tentu benar bagi yang lain. Dan yang otentik bagimu nanti, juga belum tentu sejalan dengan yang lain.

(taken from Simple Pieces the Jenny Jusuf blog)

segera setelah membacanya mata ini menghangat,jiwa ini bergejolak, lalu tetes air mata kembali mengalir..... sedih tentang perpisahan dengan buah hati memang menyakitkan, tapi pasti akan ada jalan keluar untuk hal terbaik buatmu dan buatku, anakku... bahwa kasih sayang mama akan slalu merengkuhmu dan Tuhan adalah penjagaNya...

ps

Thnks for Ur streghthen touching inspiration blog Jenny.. Ur blog is my most favorite blog now...

For my Angel.. I m Your ma till the end... for Now Let the LOVE of the GOD give U the best protection.. mama just can reassure and believe for HIM that He have a best plan for us and will be beautiful in the right time... wait for mama sayang.. miss U always day by day

Tidak ada komentar: